Searching in Blog

Gumuk Pasir, Yogyakarta

0 comments
Gumuk Pasir, Yogyakarta



Mengeksplorasi keindahan alam di wilayah Yogyakarta memang seolah tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Kita pun seolah dimanjakan dengan pilihan wisata alam yang sangat beragam. Tak hanya deretan pegunungan dan juga hamparan pantai-pantai yang membentang di pesisir selatan, Yogyakarta juga memiliki sebuah gurun pasir yang tak kalah menarik. Mungkin bagi sebagian orang akan terasa sangat janggal mengingat Yogyakarta memiliki iklim tropis yang hampir tidak memungkinkan untuk munculnya gurun pasir.  Gurun pasir sendiri memang cukup populer dan dapat mudah ditemukan di negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah. Jika di Jogja, fenomena padang pasir ini diberi sebutan gumuk pasir. Gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya gundukan tanah yang menyembul ke atas. Anda dapat melihat fenomena alam ini membentang dari Pantai Parangtritis hingga hilir Sungai Opak. Akses jalurnya cukup mudah, tinggal susuri saja jalan yang menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Depok.

Asal-muasal gumuk pasir ini tidak bisa dilepaskan dari muntahan material vulkanik bekas letusan Gunung Merapi yang terbawa oleh aliran Sungai Progo dan Sungai Opak yang bermuara di Samudera Hindia. Material vulkanik tersebut mengalami hempasan gelombang samudera yang kuat sehingga mengalami penggerusan menjadi butiran-butiran partikel pasir yang sangat kecil dan lembut. Butiran-butiran partikel pasir tersebut terbawa oleh angin dan lama-kelamaan membentuk sebuah gundukan yang mirip seperti bukit. Pembentukan fenomena gumuk pasir ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Gumuk pasir ini memang istimewa karena diklaim sebagai salah satu gumuk pasir yang terdapat di daerah beriklim tropis.

Gumuk pasir ini memiliki fungsi yang boleh dikatakan cukup beraneka macam. Bagi para wisatawan tentu saja keberadaan gumuk pasir ini dapat dijadikan sebagai wisata alternatif ketika Anda berkunjung di kawasan Pantai Parangtritis. Beberapa artis seperti Agnes Monica dan grup band Letto pernah membuat video klip di kawasan gumuk pasir ini. Acara syuting FTV pun juga sering mengambil scene di gumuk pasir ini karena pemandangannya yang bagus. Gumuk pasir juga menjadi salah satu lokasi incaran bagi para fotografer yang ingin mengabadikan pemandangan gumuk pasir dengan bidikan kamera mereka. Selain itu, kawasan gumuk pasir ini juga dijadikan sebagai tempat diadakannya sholat ied dan juga manasik bagi calon jemaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah di tanah suci. 

Candi Plaosan, Prambanan - Jawa Tengah

0 comments
Candi Plaosan, Prambanan - Jawa Tengah



Candi Plaosan yang dibangun Rakai Pikatan memiliki beberapa keunikan dibanding candi lain, yaitu dua candi utamanya yang "kembar" serta teras yang permukaannya halus. Di candi ini juga terdapat figur Vajrapani, Amitbha, dan Prajnaparamitha.

Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar. 

Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.

Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai "ibu dari semua Budha". Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.

Bagian Bas relief candi ini memiliki gambaran unik pria dan wanita. Terdapat seorang pria yang digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah serta figur pria dengan tangan vara mudra dan vas di kaki yang dikelilingi enam pria yang lebih kecil. Seorang wanita ada yang digambarkan sedang berdiri dengan tangan vara mudra, sementara di sekelilingnya terdapat buku, pallet dan vas. Krom berpendapat bahwa figur pria wanita itu adalah gambaran patron supporter dari dua wihara.

Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Bila berjalan ke bagian utara, anda bisa melihat bangunan terbuka yang disebut Mandapa. Dua buah prasati juga bisa ditemui, yaitu prasasti yang di atas keping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama.

Salah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Krom berpendapat teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks-teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit maka mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha).




Taman Balekambang, Surakarta

0 comments
Taman Balekambang, Surakarta



Taman Balekambang resmi dibuka menjadi hutan kotanya warga Surakarta. Mengunjungi kompleks seluas lebih dari lima hektar itu, kita bisa menikmati suasana yang benar-benar beda. Belasan pepohonan berusia ratusan tahun menjadi peneduh alami bagi siapa saja. Maka tak aneh jika kini, hampir setiap hari, puluhan hingga ratusan anak-anak menyemarakkan suasana.

Balekambang, konon berasal dari gabungan kata balé (Jw. Balai) dan kambang(Jw. Mengapung), menunjuk pada keberadaan sebuah balai di atas telaga kecil di masa lalu. Begitu sederhananya orang Jawa dalam membuat istilah baru, dengan cara sangat praktis, yang penting mempermudah pelafalan, dan mudah diingat. Karena balai mengapung yang terletak di antara pepohonan besar nan rindang, lalu disempurnakanlah ia menjadi taman.
Taman Balekambang dibangun oleh KGPAA Mangkunagara VII pada 1921. Taman itu pun lantas dinamai Partini Tuin, sebuah nama untuk mengabadikan putrinya tercinta yang bernama Partini. Tak cuma untuk bercengkerama pada siang hari, di sana juga menjadi ruang publik dalam arti sesungguhnya. Aneka kesenian tradisional, termasuk tarian dan sering digelar di sana, dan pentas ketoprak digelar rutin tiap malam.

Bagi Anda yang hendak berwisata di sana, disarankan membawa bekal makanan/minuman seperlunya. Dan harap diingat, jangan suka membuang sampah secara sembarangan, biar Taman Balekambang tetap asri dan bersih, sehingga taman tetap lestari, sehingga mampu menjadi daerah resapan, agar air tidak kian langka dari Kota Surakarta.

Taman Balekambang, persisnya terletak di sisi utara Stadion Manahan, tak jauh dari Terminal Bus Tirtonadi, pun Stasiun Balapan. Akses transportasi umum tak tersedia menuju ke sana. Dari Tirtonadi, Anda bisa mencapainya dengan naik becak dengan ongkos sekitar Rp 10 ribu, atau Rp 15 ribu dari Stasiun Balapan.


Pantai Glagah, Kulon Progo

0 comments
Pantai Glagah, Kulon Progo





Pantai Glagah menawarkan wisata pantai yang lengkap, mulai pemandangan laguna yang indah, fasilitas biking dan motorcross hingga agrowisata pantai.

Sebuah dataran pantai yang lapang akan segera menyapa jika berkunjung ke Pantai Glagah. Kelapangan dataran pantai ini memberi anda kesempatan untuk merentangkan pandangan ke seluruh penjuru. Merentang pandangan ke depan, anda bisa melihat garis horizon maha panjang yang mempertemukan langit dan lautan. Sementara keindahan kelokan garis pantai akan memanjakan mata bila mengalihkan pandangan ke barat atau timur.

Dataran pantai yang lapang dan garis pantai yang panjang juga memberikan anda sejumlah lokasi alternatif untuk melihat keindahan pemandangan pantai. Masing-masing lokasi seolah memiliki nuansa yang berbeda walau masih terletak dalam satu kawasan. Di setiap lokasi itu, anda bisa menikmati seluruh keindahan pantai dengan leluasa, sama sekali tak ada karang-karang raksasa yang kadang menghalangi pandangan mata.

Puncak Suroloyo, Kulon Progo

0 comments
Puncak Suroloyo, Kulon Progo




Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi Pegunungan Menoreh. Dari ketinggian 1.019 m dpl kita dapat meneropong Candi Borobudur yang terlihat sangat mungil dikelilingi 4 bentengnya: Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, serta Merapi.

Pada abad ke-18, seorang pujangga dari Keraton Surakarta, Ngabehi Yasadipura I, pernah menulis sebuah karya sastra berjudul Serat Cabolek. Dalam serat itu dikisahkan Raden Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo mendapatkan wangsit bahwa dia akan menjadi penguasa Tanah Jawa, oleh karena itu dia harus berjalan dari Keraton Kotagede menuju Perbukitan Menoreh. Supaya bisa menjadi penguasa, dia harus melakukan tapa kesatrian di salah satu puncak Perbukitan Menoreh yang kini dikenal dengan nama Puncak Suroloyo. Kawasan ini wajib dikunjungi sebagai dessert perjalanan wisata penemuan harta karun dunia di Borobudur.

Perjalanan menuju Puncak Suroloyo merupakan petualangan tersendiri yang penuh dengan tantangan. Jalanan sempit penuh tanjakan curam, kelokan tajam, serta diapit oleh bukit dan jurang menjadi perjalanan yang mendebarkan. Namun perasaan takut itu akan tergantikan dengan ketakjuban saat melihat pemandangan yang terhampar. Gugusan perbukitan nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan di lembah yang dikelilingi areal persawahan dan ladang. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah warna hijau berpadu dengan biru langit dan putihnya mega. Sesekali terlihat bunga liar yang tumbuh dengan anggun di tengah rumpun ilalang.

Harga Tiket: Rp. 6.000 / motor
Parkir : Rp. 2.000 

From Pinus to Mangunan, Bantul

0 comments
From Pinus to Mangunan, Bantul







  







Hutan Pinus :
Hutan pinus dengan pohonnya yang rimbun dan menjulang tinggi serta desiran angin yang berhembus laksana music alami bisa kita temui di desa Muntuk Dlingo Bantul Yogyakarta ,tepatnya di jalan yang menghubungkan antara Imogiri dengan Dlingo Bantul. Hutan pinus Dlingo (Hutan sudimoro) berada di jalur Dlingo dan Imogiri. Hutan ini termasuk Kawasan hutan lindung di Kabupaten Bantul berada di RPH Mangunan.

Kebun Buah Imogiri (Mangunan) :
Seperti simfoni orkestra menyuguhkan harmoni, suara tonggeret berganti satu dengan lainnya, daun-daun bergesekan di keheningan belantara Kebun Wisata Buah Mangunan. Sinar matahari menyelinap diantara rerimbunan daun pepohonan yang tidak mampu menyentuh lantai tanah kawasan ini. Kebun Buah Mangunan terletak di ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut di gugusan pegunungan Imogiri. Berada di puncak bukit kita bisa melihat pemandangan indah lekukan Sungai Oya yang berhulu di pantai Parangtirits.

Untuk mendapatkan pemandangan indah ini kita bisa melihat langsung di puncak bukit Kebuh Buah Mangunan. Akses menuju bukit tersebut terdapat dua jalur, untuk pengendara motor dan bagi pejalan kaki. Untuk menikmati perjalanan menuju bukit gardu pandang pilihlah jalur bagi pejalan kaki, di jalur ini kita bisa menikmati rute batuan purba yang berserakan pada bukit ini.  Jalan setapak dipenuhi bebatuan purba menempel pada bukit menjadi hiasan mewah di Kebun Buah Mangunan. 

Info :
Untuk sekedar mengunjungi wisata Kebun Buah Mangunan, per pengunjung dipungut biaya masuk sebesar Rp 5000 sudah termasuk asuransi.
sedangkan parkir per motor sebesar Rp 2000 berlaku di hutan pinus maupun mangunan.

Sawah Karanggayam, Bantul

0 comments
Sawah Karanggayam, Bantul




Padi-padi tumbuh dengan subur. Serentak memancarkan hijau yang indah. Angin bertiup sepoi-sepoi. Begitu indah pemandangan sawah.

Inilah keindahan yang terlihat saat sawah samping rumahku tumbuh, sangat menarik untuk diabadikan. Sawah ini terdapat di desa Karanggayam Bantul. Udaranya pun cukup segara dan suasananya nyaman.

Pantai Depok, Yogyakarta

0 comments
Pantai Depok, Yogyakarta




Pantai Depok, pantai yang lokasinya tidak jauh dari pantai Parang Tritis ini mulai banyak digemari wisatawan. Lokasinya yang berada di sebelah barat pantai Parang Tritis, bisa dijangkau dengan kendaraan sepeda motor maupun bus pariwisata.

Pantai Depok menwarkan bentuk lain dari obyek wisata pantai. Ya.. Pantai Depok menawarkan sajian kuliner laut yang cukup beragam karena pantai depok merupakan pusat tempat pelelangan ikan (TPI). Anda bisa berbelanja berbagai macam jenis hasil laut seperti : ikan kakap, ikan baracuda, kepiting, cumi-cumi, kerang, lobster laut, dan masih banyak lagi.

Setelah berbelanja, Anda bisa membawa hasil belanja Anda ke warung-warung makan di sekitarnya untuk dimasak, tentunya dengan biaya jasa masak yang sangat terjangkau. Untuk hasil laut ditawarkan dengan tarif sekitar kurang dari Rp 10.000 untuk tiap kliogram nya, dan harga minuman yang bervariasi antara Rp 2.000 sampai Rp 10.000. Cukup murah dan terjangkau.

Jembatan Gantung Imogiri, Bantul

0 comments
Jembatan Gantung Imogiri, Bantul




Pesona pemandangan alam pedesaan di Imogiri seakan tidak ada habisnya. Aliran sungai Oyo yang memisahkan dua desa bersebrangan mengalir dengan tenangnya. Terlihat pula tebing-tebing yang menjulang tinggi dengan hijaunyaPesona pemandangan alam pedesaan di Imogiri seakan tidak ada habisnya. Aliran sungai Oyo yang memisahkan dua desa bersebrangan mengalir dengan tenangnya. Terlihat pula tebing-tebing yang menjulang tinggi dengan hijaunya.

Jembatan Kuning atau Selopamioro ini merupakan jembatan yang sengaja dibangun untuk mempermudah akses jalan bagi para warga desa. Tanpa adanya Jembatan Kuning, waktu tempuh perjalanan dari desa Sriharjo menuju desa Selopamioro ataupun sebaliknya, akan lebih lama. Karena harus melewati jembatan di jalan kabupaten yang terletak di jalan Imogiri-Parangtritis.

Jembatan gantung yang lebarnya lebih kurang satu meter ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja. Biasanya jembatan ini ramai oleh lalu lalang warga pada saat pagi hari dan sore hari.

Pantai Sepanjang, Gunung Kidul

0 comments
Pantai Sepanjang, Gunung Kidul




Pantai Sepanjang, sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang panjang bahkan yang terpanjang di antara pantai-pantai di Gunungkidul, ditaburi hamparan pasir putih yang masih bersih. Pantai ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan  Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Pantai ini belum lama di buka, jalan menuju ke bibir pantai masih berupa jalan cor blok. Pantai yang segaris dengan Sundak - Kukup - Baron ini menawarkan keindahan Kuta Tempo Doeloe. Pasir putih bersih belum ternoda.

Ketika memasuki area pantai Sepanjang, irama debur ombak akan bersahutan menyambut. Hamparan panjang pasir putih memantulkan cahya mentari yang menyinari. Angin sepoi-sepoi membelai, menentramkan jiwa. Karang-karang berdiri kokoh tempat ombak melabuhkan harapan, pohon-pohon palem berjajar rapi di sepanjang pantai ini, begitu setia menemani hembus angin laut sore itu.

Ketika air laut surut akan nampak karang-karang di bibir pantai yang landai. Ceruk-ceruk yang terbentuk di antara karang-karang tersebut menjadi habitat bagi aneka biota laut. Para pengunjung bisa menemukan aneka kerang-kerangan, landak laut, bintang laut, ganggang laut, bulu babi, dan rumput laut. Dalam kondisi ini, penduduk setempat memanfaatkannya untuk "berburu". Rumput laut, kerang-kerangan dan bulu babi adalah buruan mereka. Hasilnya untuk konsumsi pribadi maupun dijual setelah menjadi produk olahan.

Bonbin Gembira Loka, Yogyakarta

0 comments
Bonbin Gembira Loka, Yogyakarta




Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orangutan, Gajah Asia, Simpanse, Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2004. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Alun Alun Kidul, Yogyakarta

0 comments
Alun Alun Kidul, Yogyakarta




Saat malam, Alun-alun Kidul yang terletak di belakang Kraton Yogyakarta dipenuhi masyarakat yang mencari hiburan murah. Kerlap-kerlip lampu dari odong-odong yang mengelilingi alun-alun menambah kemeriahan.

Alun-alun Kidul, atau biasa disingkat Alkid merupakan tanah lapang dibelakang kompleks kraton. Sesuai namanya, Alkid berada di sisi paling selatan kompleks kraton Ngayogyakarta. Alkid masuk dalam kecamatan Keraton, kota Yogyakarta. Seperti alun-alun pada umumnya, Alkid berada di pusat kota. Jaraknya hanya 1 km dari kilometer nol Yogyakarta. Dari Malioboro dengan andong atau becak, Alkid dapat dicapai dalam lima belas menit saja. Dengan menggunakan bus umum, Alkid dapat diakses melalui jalur 5 dan turun di Plengkung Gading.

Bukan hanya kegiatan resmi kerajaan, kegiatan masyarakat sehari-hari dapat dilakukan di Alkid. Keterbukaan Alkid ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Pada hari libur di Alkid banyak dijumpai masyarakat sekitar yang berolahraga, berdagang, dan bertamasya.

Telaga Menjer, Wonosobo

0 comments
Telaga Menjer, Wonosobo




Sebelum memasuki kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, terdapat sebuah tempat wisata yang tidak kalah indahnya dengan dataran Tinggi Dieng. Objek wisata ini adalah Telaga Menjer yang berada di kaki pegunungan Dieng. Telaga Menjer terletak di desa Menjer, kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya berada 12km dari kota Wonosobo, rutenya bisa dibilang cukup mudah, namun sering terlewatkan karena minimnya informasi untuk menuju kesana. Setelah melewati pasar Garung dan PLTA Garung anda bisa mengambil jalan ke kiri.

Di sana, aktivitas turis manca maupun turis lokal sangat sedikit, mungkin karena memang masih minimnya infromasi untuk  menuju kesana. Suasananya yang asri dan sunyi dan hanya diiringi oleh suara - suara alam menambah indahnya hari itu. Telaga Menjer sendiri berada di ketinggiaan sekitar 1300m dari permukaan laut dengan luas sekitar 70Ha dan kedalaman 45m. Karena ketinggian inilah hawa disana cukup sejuk.
Menurut Informasi, pada tahun 1980 telaga ini sempat dikuras karena ada kencenderungan dibagian bawah mengalami kebocoran. Dengan bantuan tenaga ahli dari Rusia untuk pengurasannya, dan kemudian tenaga ahli dari Jepang untuk pembangunan PLTA.

Kondisinya yang masih belum terjamah dan bersih pula menyebabkan tidak adanya fasilitas - fasilitas bagi turis yang ingin singgah dan duduk - duduk untuk menikmati pemandangan. Tentunya bila pemerintah daerah melihat peluang ini, Telaga Menjer bisa menjadi salah satu obyek wisata yang potensial.

Biaya masuknya pun hanya Rp 2000. Disana ada kawasan luas, cocok untuk sarana bermain dan outbond. Jika ingin ke telaganya, kita tinggal menuruni anak tangga dari batu. Di hadapan mata, terhampar
bukit hijau memagari telaga. Lebatnya pohon pinus menambah hawa sejuk sekitar telaga.

Agrowisata Perkebunan Teh Tambi, Dieng

0 comments
Agrowisata Perkebunan Teh Tambi, Dieng




Agrowisata perkebunan Teh Tambi merupakan salah satu wahana objek wisata alam yang banyak diminati para wisatawan, udaranya teramat sejuk dengan kisaran suhu 15 Derajat yang mampu membuat pengunjung untuk berlama-lama singgah menikmati keindahan Agrowisata perkebunan teh tambi. Letaknya yang persis di lereng Gunung Sindoro sehingga menyajikan panorama alam yang sangat indah.  Perkebunan teh nan cantik ini terlihat begitu indah dengan jalanan yang meliuk-liuk  membelah perbukitan mungil cocok di abadikan dengan lensa kamera.

Agrowisata peninggalan kolonial Belanda yang masih asri ini terletak di kabupaten Wonosobo dan tidak jauh dari objek wisata Dieng Plateau. Perkebunan Teh Tambi memiliki luas 829 hektar dengan jarak 16 km dari kota Wonosobo sehingga sangat mudah dijangkau oleh siapapun. Tidak hanya berjalan-jalan menikmati keindahan bentang alam agrowisata Tambi kita juga bisa menikmati  Factory Tour, dengan diajarkan memilih teh yang bagus, mencoba memetik teh sendiri dengan karangjang dipunggung dan caping gunung, setelah itu bisa langsung menyaksikan langsung proses pembuatan teh secara detail sampai pengepakan. Teh Tambi merupakan brand yang di keluarkan dari perkebunan teh tambi. Produk Teh Tambi ini sudah mengelabuhi di panca pasar luar negeri dan kita juga bisa menemukan di semua pusat oleh-oleh dieng.


Titik 0 KM, Yogyakarta

0 comments
Titik 0 KM, Yogyakarta




Titik Nol KM merupakan istilah untuk menyebut kawasan perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Selain terdapat Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Kantor Pos Besar dan Gedung BNI, di kawasan ini juga terdapat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret serta Monumen Batik. Sebagai salah satu ruang publik, kawasan ini selalu dipadati masyarakat baik untuk nongkrong atau mengadakan pertunjukan seni. Aneka kegiatan seni budaya maupun aksi demo acapkali dilakukan di ruang terbuka ini.

Malioboro, Yogyakarta

0 comments
Malioboro, Yogyakarta





Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.

Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margoutomo, dan Jalan Jend. A. Yani menjadi jalan Margomulyo.

Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.

Popular Posts

Maira PhotoWork. Powered by Blogger.

Flickr

About

LATEST POSTS